DERAPWAKTU.COM, PELAIHARI – Penghentian sementara operasional 13 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Tanah Laut (Tala) mulai Senin (2/11/2026) turut menjadi perhatian kalangan orang tua murid.
Mereka berharap persoalan administrasi yang menyebabkan penghentian sementara distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) segera diselesaikan agar pelayanan kepada para siswa tidak berlarut-larut terganggu.
Bagi wali murid, keberlangsungan program MBG bukan sekadar persoalan distribusi makanan, tetapi juga berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan gizi anak selama mengikuti kegiatan belajar di sekolah.
M Rahmadi, warga Pelaihari, berharap pelayanan MBG di Tanah Laut tetap dapat dilanjutkan. Menurutnya, selama ini pelaksanaan program tersebut di daerah setempat berjalan dengan baik dan tidak menemui persoalan berarti.
"Ya, karena ini sudah berjalan, lanjutkan saja. Selama ini pengelolaan untuk wilayah Tanah Laut bagus, tidak ada masalah dari segi mana pun. Sayang bila sampai sempat dihentikan," ungkapnya.
Harapan serupa disampaikan Rizki, salah seorang wali murid di Kota Pelaihari. Ia mengaku penghentian distribusi MBG berpotensi menambah kesibukan orang tua.
Terutama bagi mereka yang harus memastikan anak tetap mendapatkan bekal makanan saat berada di sekolah.
Menurutnya, apabila distribusi MBG terhenti, orangtua harus mencari alternatif untuk memenuhi kebutuhan makan anak.
Bahkan, tidak menutup kemungkinan mereka harus mengantarkan makanan langsung ke sekolah menjelang waktu istirahat.
"Ya, kalau ada kendala seperti ini, saya sebagai orangtua jadi repot. Harus mengantar makanan anak sekitar pukul 11.00 Wita," tuturnya.
Kondisi tersebut menggambarkan bahwa keberadaan program MBG telah menjadi bagian dari rutinitas sebagian keluarga, khususnya orangtua yang memiliki keterbatasan waktu untuk menyiapkan atau mengantarkan makanan ke sekolah.
Para wali murid berharap kendala administrasi yang dialami sejumlah pengelola SPPG dapat segera dituntaskan melalui koordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN).
Mereka juga berharap proses evaluasi dan pembenahan administrasi tidak sampai mengabaikan kepentingan utama program, yakni memastikan anak-anak tetap memperoleh asupan makanan bergizi.
Terlebih, MBG merupakan program yang menyentuh langsung kebutuhan peserta didik.
Karena itu, kepastian keberlanjutan pelayanan dan informasi mengenai kapan distribusi kembali normal menjadi hal yang dinantikan para orangtua.
Penyelesaian persoalan administrasi di tingkat pengelola diharapkan dapat berjalan beriringan dengan upaya menjaga keberlangsungan pelayanan kepada penerima manfaat.
(derapwaktu.com/banyulangit)
Komentar (0)