DERAPWAKTU.COM, TIONGKOK – Sebuah drone berbentuk bola kini menjadi tambahan sarana pembelajaran yang berpotensi dikembangkan Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala).
Perangkat teknologi pesawat nirawak tersebut dihibahkan mahasiswa Beihai Vocational College, Tiongkok, kepada delegasi Politala saat mengunjungi pameran The 4th Vocational Skills Competition of Guangxi Zhuang Autonomous Region di Nanning International Convention and Exhibition Center, Nanning, Minggu (1/11/2026).
Drone jenis quadcopter itu memiliki rangka berbentuk bulat menyerupai bola. Perangkat tersebut biasa digunakan dalam olahraga drone soccer atau sepak bola drone, yang mulai berkembang di kalangan pelajar dan mahasiswa vokasi di Tiongkok.
Bentuk rangka yang melindungi baling-baling menjadi salah satu karakteristik perangkat tersebut, terutama untuk mengurangi risiko kerusakan saat terjadi benturan selama permainan.
Sebelum diserahkan, mahasiswa Beihai Vocational College terlebih dahulu memperkenalkan spesifikasi dan mekanisme pengoperasian drone kepada delegasi Politala. Penjelasan mencakup sistem stabilisasi ketinggian hingga kendali penerbangan.
Penyerahan hibah ini menjadi salah satu hasil konkret dari interaksi delegasi Politala dengan institusi pendidikan vokasi di Guangxi.
Perangkat tersebut selanjutnya direncanakan untuk dimanfaatkan sebagai media praktik dan pengembangan riset terapan mahasiswa.
Wakil Direktur Bidang Akademik Politala Dr Fatimah SSi MP mengatakan teknologi drone memiliki peluang pengembangan yang relevan dengan kebutuhan daerah.
Terutama sektor pertanian dan perkebunan yang menjadi bagian penting perekonomian Kabupaten Tanah Laut.
"Drone ini akan kami gunakan untuk praktik mahasiswa, mulai dari pemrograman sistem kendali hingga pengembangan ke arah pemetaan lahan dan pertanian presisi. Ini dapat menjadi pintu masuk bagi mahasiswa untuk mendalami teknologi drone," ujarnya.
Menurut Fatimah, penguasaan teknologi pesawat nirawak dapat memperluas ruang pembelajaran mahasiswa, tidak hanya pada pengoperasian perangkat, tetapi juga pengembangan aplikasi teknologi untuk kebutuhan sektor produktif.
Ia juga menilai pameran vokasi di Guangxi memberikan gambaran mengenai perkembangan inovasi pendidikan vokasi di Tiongkok, mulai dari teknologi drone, kendaraan listrik, robotika, hingga seni digital.
"Ini menjadi pengingat bagi kami bahwa kurikulum harus terus menyesuaikan perkembangan teknologi, dan mahasiswa perlu didorong untuk menghasilkan karya nyata," katanya.
Dibidik Sebagai Mitra Pengembangan Kompetensi
Selain mengunjungi pameran vokasi, delegasi Politala bersama Politeknik Negeri Subang (Polsub) juga menyambangi kantor cabang HOPU (Guangxi Houpu) di Guangxi pada hari yang sama.
Kunjungan tersebut dimanfaatkan untuk menjajaki peluang kerja sama di bidang pendidikan, pelatihan teknologi informasi, dan pengembangan kompetensi mahasiswa maupun lulusan.
Dalam pertemuan itu, pihak HOPU memaparkan model kemitraan yang selama ini dikembangkan bersama institusi pendidikan dan industri di Tiongkok.
Skema tersebut antara lain mencakup pembelajaran berbasis proyek, pendirian industrial college di kampus mitra, paket pelatihan keterampilan, serta pemanfaatan platform digital yang menghubungkan pendidikan dengan kebutuhan tenaga kerja.
Jaringan kerja sama HOPU disebut telah menjangkau lebih dari 10 provinsi di Tiongkok.
Delegasi Politala dan Polsub juga meninjau sejumlah fasilitas perusahaan, termasuk ruang pembelajaran digital dan studio produksi konten yang digunakan untuk kegiatan pelatihan.
Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Politala, Rina Pebriana SE MComm menilai kunjungan tersebut membuka peluang pengembangan hubungan antarmahasiswa sekaligus memperluas akses pengalaman internasional.
Ia menyebut hibah drone dari mahasiswa Beihai Vocational College sebagai salah satu bentuk awal terbangunnya hubungan langsung antara mahasiswa kedua negara.
"Hibah ini diberikan langsung oleh mahasiswa. Ini menunjukkan bahwa hubungan antarmahasiswa Indonesia dan Tiongkok sudah mulai terbangun. Kami ingin mahasiswa Politala memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, berkarya, dan berjejaring di luar negeri," ungkap Rina.
Terkait penjajakan dengan HOPU, Rina melihat adanya potensi kerja sama yang dapat mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa dan membuka peluang bagi lulusan Politala untuk mengikuti program vokasi, magang, maupun studi lanjut di Guangxi.
Menurutnya, model kemitraan yang menghubungkan institusi pendidikan dengan dunia industri sejalan dengan upaya Politala memperluas akses pengembangan karier lulusan.
"Kami ingin lulusan Politala tidak hanya terserap di daerah, tetapi juga memiliki peluang berkarier di tingkat internasional," katanya.
Rina menambahkan, kedekatan geografis Indonesia dengan Guangxi yang menjadi salah satu gerbang Tiongkok menuju Asia Tenggara juga menjadi peluang untuk mengembangkan hubungan pendidikan kedua wilayah.
Politala dan HOPU sepakat menindaklanjuti pertemuan tersebut dengan menyusun skema kerja sama yang lebih konkret dalam waktu dekat.
Melalui dua agenda tersebut, Politala tidak hanya memperoleh tambahan sarana pembelajaran berupa drone, tetapi juga menjajaki perluasan akses pengembangan kompetensi dan jejaring internasional bagi mahasiswa serta lulusannya.
(derapwaktu.com/banyulangit)
Komentar (0)