DERAPWAKTU.COM, PELAIHARI – Di tengah jadwal latihan yang menguras tenaga dan konsentrasi, para Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Capaska) Kabupaten Tanah Laut (Tala) 2026 justru menyisihkan waktu untuk memperkuat sisi spiritual.

Mereka para calon pengibar bendera mengikuti sholat hajat dan batamat Al-Qur’an di Aula Gedung Eks BKPSDM Kabupaten Tanah Laut, Rabu (12/8/2026). 

Menariknya, selama masa pembinaan, para Capaska disebut telah berhasil mengkhatamkan Al-Qur’an hingga dua kali.

Capaian tersebut dinilai menjadi gambaran bahwa pembentukan generasi muda tidak cukup hanya melalui latihan fisik dan kedisiplinan. 

Ketahanan mental dan fondasi spiritual juga perlu dibangun sebagai bagian dari pembentukan karakter.

Kegiatan diikuti Capaska putra dan putri yang beragama Islam, bersama pamong serta pelatih. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Tanah Laut, H Bambang Kusudarisman, turut hadir.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan sholat Magrib berjamaah, dilanjutkan sholat taubat dan sholat hajat. Para peserta kemudian mengikuti batamat Al-Qur’an bersama Habib Ali Baharun.

H Bambang mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembinaan menyeluruh. 

Para Capaska tidak hanya dituntut memiliki kekuatan fisik dan ketepatan dalam menjalankan setiap gerakan, tetapi juga membutuhkan ketenangan jiwa saat menjalankan amanah pengibaran bendera.

“Intinya kita minta kepada Allah supaya mereka disukseskan dan dilancarkan dalam pelaksanaan pengibaran. Mudah-mudahan 100 persen sempurna,” ujarnya.

MMenurut H Bambang, capaian khatam Al-Qur’an hingga dua kali selama proses pembinaan menjadi sesuatu yang istimewa.

“Ini luar biasa. Baru pertama dalam sejarah Paskibra, anak-anak bisa khatam sampai dua kali,” ungkapnya.

Ia menilai pembinaan tersebut selaras dengan pesan yang terkandung dalam lagu kebangsaan Indonesia Raya, yakni membangun jiwa dan badan secara bersamaan.

“Seperti dalam Indonesia Raya, bangunlah jiwanya, bangunlah badannya. Jadi keduanya kita bangun. Ini bagian dari pembinaan mental spiritual,” jelas Bambang.


Tak Hanya Tegap, tetapi Berkarakter

Bagi H Bambang, kekuatan spiritual menjadi modal penting bagi anak-anak muda yang akan menjalankan tugas kenegaraan. 

Apalagi mereka harus melewati latihan berat sebelum tampil pada upacara peringatan kemerdekaan.

“Setelah mereka melakukan latihan yang keras, mereka masih bisa meluangkan waktu untuk Al-Qur'an. Bagi saya ini luar biasa. Kita perlu membekali anak-anak muda ini, fisik dan mentalnya harus sama-sama kita gembleng,” pungkasnya.

Upaya tersebut mendapat perhatian positif dari masyarakat. Yasmin, warga Pelaihari, menilai pembinaan Capaska yang menyentuh aspek spiritual merupakan langkah baik untuk memperkuat karakter generasi muda.

“Menurut saya bagus sekali. Mereka bukan hanya diajarkan disiplin dan baris-berbaris, tetapi juga diingatkan untuk dekat dengan agama. Mudah-mudahan nilai itu terbawa setelah mereka selesai menjadi Paskibraka,” harapnya.

Sementara Fajar, warga Pelaihari lainnya, berharap pengalaman selama menjadi Capaska tidak berhenti ketika tugas pengibaran bendera selesai.

“Yang paling penting bukan hanya sukses saat mengibarkan bendera. Saya berharap mereka menjadi contoh bagi teman-temannya, punya disiplin, tanggung jawab dan tetap menjaga ibadah. Kalau karakter seperti itu terus dibawa, manfaatnya jauh lebih besar,” ujarnya.

Dari lapangan latihan hingga lantunan ayat suci, pembinaan Capaska Tala tahun ini memperlihatkan satu pesan penting: tugas mengibarkan Sang Merah Putih bukan sekadar persoalan ketepatan gerakan, tetapi juga kesiapan jiwa untuk menjalankan sebuah amanah.

(derapwaktu.com/dw1)