DERAPWAKTU.COM, PELAIHARI – Program Studi Teknologi Rekayasa Pemeliharaan Alat Berat (TRPAB) Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala) menunjukkan inovasi teknologi tepat guna.

Mereka mampu mengubah minyak jelantah menjadi biodiesel yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif pengganti solar.

Inovasi tersebut diperkenalkan kepada masyarakat melalui pelatihan pembuatan biodiesel yang dilaksanakan di Balai Desa Tebing Siring, Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan,  Rabu (24/6/2026).

Sebanyak 51 peserta yang terdiri atas pemerintah desa, anggota BPD, dan masyarakat mengikuti kegiatan yang diisi pemaparan teori sekaligus praktik langsung pembuatan biodiesel.

Sekretaris Jurusan Rekayasa dan Industri Politala, Imron Mustofa ST MT, menjelaskan bahwa teknologi tersebut memanfaatkan minyak goreng bekas yang selama ini hanya menjadi limbah rumah tangga.

“Jelantah memiliki kandungan minyak yang masih dapat dimanfaatkan melalui proses transesterifikasi sehingga menghasilkan biodiesel yang bisa digunakan sebagai bahan bakar alternatif,” jelasnya.

Menurut Imron, pengembangan biodiesel berbahan baku jelantah memiliki sejumlah keunggulan, mulai dari mengurangi limbah domestik, menekan pencemaran lingkungan hingga menyediakan sumber energi alternatif di tengah keterbatasan pasokan BBM.

Dalam pelatihan tersebut, peserta diperlihatkan bagaimana satu liter minyak jelantah dapat diolah menjadi biodiesel melalui proses pencampuran metanol dan katalis soda api (NaOH).

Selanjutnya,  dipanaskan dan diaduk hingga terjadi reaksi kimia yang menghasilkan biodiesel.

Setelah melalui proses pemisahan dan pemurnian, biodiesel yang dihasilkan siap digunakan sebagai bahan bakar alternatif yang lebih ramah lingkungan.

Kepala Desa Tebing Siring, Mulyadi, mengapresiasi inovasi yang dibawa Politala ke desanya.

“Ini menjadi solusi yang sangat baik. Selain mengurangi limbah rumah tangga, masyarakat juga mendapatkan pengetahuan baru tentang energi alternatif yang bisa dimanfaatkan di tengah kelangkaan BBM,” katanya.

Melalui inovasi tersebut, TRPAB Politala berharap teknologi pengolahan jelantah menjadi biodiesel dapat semakin dikenal dan diterapkan oleh masyarakat luas sebagai langkah menuju kemandirian energi berbasis potensi lokal.

(derapwaktu.com/dw1)