Keduanya, S (59) dan SW (55), meninggal dunia setelah mobil pikap yang mereka tumpangi terlibat kecelakaan dengan bus DT di Jalan Poros Trans Kalimantan sekitar pukul 07.15 Wita.
Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan melalui Kapolsek Kintap AKP Ahmad Baysory membenarkan dua korban dalam kecelakaan tersebut meninggal dunia.
Baysory mengatakan, kedua kendaraan datang dari arah berlawanan. Bus melaju dari arah Kintap menuju Sungai Danau, Kecamatan Satui Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu). ,Sedangkan pikap datang dari arah sebaliknya.
“Bus dari Kintap ke arah Sungai Danau, pikap dari arah sebaliknya,” ujar Baysory.
Benturan tersebut membuat kondisi pikap berada dalam posisi berbahaya di sekitar jembatan.
Kendaraan sempat tergelincir dan hampir terperosok ke bagian bawah jalan.
Dua korban sempat dievakuasi untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, keduanya dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit.
“Dua korban meninggal dunia saat dalam perjalanan mau ke RS,” kata Ahmad.
Jenazah kemudian dibawa ke RSUD KH Mansyur Kintap untuk penanganan lebih lanjut.
Kecelakaan tersebut sebelumnya sempat mengundang perhatian pengendara yang melintas.
Sejumlah warga dan pihak perusahaan terlihat membantu proses evakuasi korban dari lokasi kejadian.
Polisi masih melakukan pemeriksaan untuk memastikan rangkaian kecelakaan tersebut, termasuk kondisi kendaraan dan faktor yang menyebabkan tabrakan antara bus DT dan pikap.
Peristiwa ini kembali menjadi perhatian serius bagi pengguna jalur Trans Kalimantan Pelaihari–Kintap–Sungai Danau, yang merupakan salah satu jalur rawan laka di sejumlah tempat.
Dua nyawa melayang dalam perjalanan. Satu keluarga kini kehilangan pasangan sekaligus orang yang mereka cintai.
Polisi masih melakukan pendalaman terhadap kecelakaan tersebut.
(derapwaktu.com/dw1)
Komentar (0)