DERAPWAKTU.COM, BANJARBARU – Di tengah upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan, dukungan bagi petugas dan relawan tidak hanya datang dalam bentuk peralatan pemadaman.
Ribuan porsi makanan juga disiapkan untuk membantu memenuhi kebutuhan konsumsi mereka selama menjalankan tugas di lapangan.
Melalui gerakan Masak Besar, Bobon Santoso bersama tim Kuali Merah Putih menyiapkan 3.000 porsi makanan bagi petugas dan relawan penanggulangan karhutla.
Kegiatan tersebut berlangsung di Posko Guntung Damar, Banjarbaru, Senin (26/10/2026) pagi.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengapresiasi aksi kemanusiaan tersebut.
Gubernur Kalsel H Muhidin melalui Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, Ronny Eka Saputra, menyampaikan bahwa bantuan makanan menjadi dukungan penting bagi personel gabungan dan relawan yang masih bertugas menangani karhutla di sejumlah wilayah.
“Kami sangat berbahagia dan mengapresiasi kegiatan Masak Besar oleh Mas Bobon Santoso ini. Bantuan makanan yang disalurkan kepada para petugas tentu sangat berarti. Ini tidak hanya meringankan beban logistik, tetapi juga memberikan semangat moril bagi kawan-kawan relawan yang terus berjuang menuntaskan penanganan karhutla di Kalimantan Selatan,” ungkapnya.
Sebanyak 3.000 porsi makanan disiapkan melalui dapur umum dengan menu nasi, gulai ayam, dan sayur-mayur. Distribusinya diprioritaskan bagi relawan di sekitar Banjarbaru dan sejumlah lokasi penugasan lainnya.
Untuk menjangkau relawan yang berada jauh dari titik dapur umum, tim Kuali Merah Putih bekerja sama dengan personel Korem 101 dalam penyaluran makanan.
Bahkan, distribusi direncanakan menjangkau lokasi yang membutuhkan waktu tempuh lebih dari satu jam.
Dukungan tersebut menjadi bagian dari gotong royong berbagai elemen masyarakat dalam membantu penanganan bencana.
Di tengah tugas pemadaman dan pembasahan lahan yang menguras tenaga, pemenuhan kebutuhan konsumsi turut menjadi perhatian agar petugas dan relawan dapat menjalankan tugas secara optimal.
Hujan Bantu Penanganan Karhutla
Di sisi lain, Pemprov Kalsel terus mengintensifkan penanganan karhutla melalui sejumlah langkah, mulai dari Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), penguatan dukungan logistik, hingga operasi pemadaman dan pembasahan darat oleh tim gabungan.
Pelaksanaan OMC tahap keempat yang dijadwalkan berlangsung pada 10–30 Oktober 2026 diharapkan membantu menekan potensi kebakaran.
Hujan yang turun di sejumlah wilayah Kalsel pada Minggu (25/10/2026) juga menjadi perkembangan yang diharapkan mendukung upaya penanganan di lapangan.
Gubernur H Muhidin menyampaikan, berdasarkan analisis meteorologi saat itu, terdapat potensi pertumbuhan awan hujan selama tiga hari berturut-turut.
“Alhamdulillah, atas izin Allah, hujan turun di beberapa wilayah di Kalimantan Selatan. Berdasarkan analisis meteorologi, kita memiliki potensi pertumbuhan awan hujan selama tiga hari berturut-turut, yakni sejak kemarin, hari ini, hingga besok. Mudah-mudahan ini dapat mempercepat penanggulangan karhutla di daerah kita,” ungkapnya.
Berdasarkan data pemutakhiran per 26 Oktober 2026, luas kumulatif area terdampak karhutla di Kalimantan Selatan tercatat mencapai 28.775 hektare. Sementara itu, penambahan luas area terdampak harian dilaporkan relatif kecil.
Meski hujan mulai membantu menekan jumlah titik panas (hotspot), sisa kabut asap tipis masih ditemukan di sejumlah lokasi.
Karena itu, upaya pemadaman dan pembasahan darat tetap diintensifkan, bersamaan dengan pelaksanaan OMC hingga akhir periode yang dijadwalkan.
Pemprov Kalsel berharap kolaborasi pemerintah daerah, TNI, petugas penanggulangan bencana, relawan, dan masyarakat terus diperkuat untuk mendukung penanganan karhutla.
Aksi Kuali Merah Putih menjadi salah satu wujud keterlibatan masyarakat dalam upaya tersebut. Selain membantu memenuhi kebutuhan konsumsi petugas dan relawan, gerakan ini diharapkan dapat menjaga semangat mereka dalam menjalankan misi kemanusiaan di tengah penanganan karhutla di Banua. (aol)
Komentar (0)