DERAPWAKTU.COM, PELAIHARI – Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan, diselimuti kabar duka pada Selasa (27/10/2026).
Dua sosok yang dikenal dalam pemerintahan dan politik daerah, H Syakhril Hadrianadi, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Tala, serta H Ahmad Yani, mantan Ketua DPRD Tala, berpulang pada hari yang sama.
Kabar duka atas meninggalnya Syakhril lebih dahulu beredar pada siang hari. Pejabat teras ini mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 13.10 Wita.
Duka kembali menyelimuti masyarakat pada malam harinya setelah kabar berpulangnya Ahmad Yani menyebar.
Kepergian dua tokoh tersebut memantik ungkapan belasungkawa dari berbagai kalangan. Pesan doa dan ucapan duka mengalir deras di sejumlah grup WhatsApp (WA) di Tanah Laut seperti di grup Derap Waktu Tala..
Penyuluh agama Tala, Marliana, turut menyampaikan rasa kehilangan atas berpulangnya kedua tokoh tersebut.
“Dua tokoh Tala berpulang. Kedua almarhum ini sangat baik. Semoga Allah mudahkan dan keluarga yang ditinggalkan mendapat kesabaran,” tuturnya.
Ungkapan serupa juga disampaikan salah seorang pejabat teras Pemkab Tala melalui grup WhatsApp.
“Mudahan sidin (beliau) kelak mendapatkan tempat yang terbaik di alam kuburnya, diterima segala amal ibadahnya dan mendapatkan rahmat dari Allah SWT. Aamiin,” tulisnya.
Jejak Pengabdian Dua Tokoh
Semasa hidupnya, H Syakhril Hadrianadi dikenal sebagai birokrat karier yang mengemban amanah dengan jabatan terkini sebagai Kepala Dinas PUPRP Tala.
Di luar tugas pemerintahan, almarhum juga aktif dalam olahraga tenis dan kembali dipercaya memimpin Persatuan Tenis Lapangan Indonesia (Pelti) Tala untuk periode 2025–2030.
Syakhril juga dikenal memiliki minat di bidang musik.
Sementara itu, H Ahmad Yani merupakan politikus senior PDI Perjuangan di Tanah Laut.
Almarhum pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Tala periode 2009–2014 dan dikenal sebagai sosok yang rendah hati.
Pihak keluarga Ahmad Yani menyampaikan bahwa almarhum meninggal di RS Pelita Insani Martapura, Kabupaten Banjar.
Keluarga juga memohon maaf kepada masyarakat apabila semasa hidupnya almarhum pernah melakukan kesalahan, baik yang disengaja maupun tidak.
Kepergian keduanya menjadi kehilangan bagi keluarga, kerabat, rekan kerja, serta masyarakat yang mengenal perjalanan pengabdian mereka.
Doa pun mengiringi kepergian dua tokoh tersebut. Semoga Allah SWT mengampuni segala khilaf, menerima amal ibadah, melapangkan alam kubur, serta menempatkan keduanya di tempat terbaik di sisi-Nya. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan ketabahan dan kekuatan menghadapi kehilangan.
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.
(derapwaktu.com/roy)
Komentar (0)