DERAPWAKTU.COM, PELAIHARI – Suasana tenang di kawasan wisata Gunung Birah, Desa Kandangan Lama, Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan, mendadak berubah menjadi kepanikan setelah empat perempuan pengunjung dilaporkan terpisah dari rombongannya, Minggu (21/6/2026) malam.
Kabar tersebut cepat menyebar di tengah masyarakat setelah sebuah video amatir berdurasi 32 detik beredar luas melalui media sosial dan grup percakapan.
Dalam rekaman itu terdengar seorang perempuan berusaha menjelaskan posisi mereka di tengah gelapnya kawasan perbukitan.
“Posisinya persis di bawah bulan. Yang empat orang itu di bawah pohon besar,” ujar suara perempuan dalam video tersebut.
Informasi yang beredar menyebutkan rombongan wisatawan tersebut berasal dari luar wilayah Tala (disebut-sebut dari Banjar).
Mereka diduga terpisah saat berada di jalur pendakian maupun area sekitar puncak Gunung Birah yang cukup luas dan minim penerangan pada malam hari.
Beruntung, kabar yang sempat membuat khawatir para pengunjung dan warga sekitar itu tidak berlangsung lama. Keempat perempuan yang sempat terpisah akhirnya berhasil ditemukan dalam keadaan selamat.
Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan melalui Kapolsek Panyipatan Iptu Wanda Satriadi membenarkan adanya laporan tersebut.
Menurut Wanda, informasi mengenai ditemukannya para wisatawan itu telah dikonfirmasi langsung oleh pengelola objek wisata.
Apakah wisatawan yang sempat tersesa itu pulang ke Banjar? "Belum tahu. Nanti diinfokan oleh pengelola Gunung Birah, " jelas Wanda.
Peristiwa itu kembali mengingatkan pengunjung untuk selalu memperhatikan keselamatan saat beraktivitas di kawasan wisata alam, terutama ketika berada di lokasi yang memiliki banyak jalur pendakian.
Gunung Birah merupakan salah satu destinasi wisata alam favorit di Tanah Laut. Berada pada ketinggian sekitar 368 meter di atas permukaan laut (mdpl), lokasi ini menawarkan panorama alam yang memikat, terutama saat matahari terbit maupun malam hari ketika pengunjung dapat menikmati suasana perkemahan di puncak.
Tak heran, setiap akhir pekan kawasan tersebut ramai didatangi wisatawan. Sebagian besar memilih menginap atau berkemah untuk menikmati pemandangan dari atas bukit.
Objek wisata ini berada di sisi kanan Jalan Raya Pelaihari-Batakan apabila ditempuh dari arah Kota Pelaihari, dengan jarak sekitar 9,5 kilometer.
Akses menuju puncak tersedia melalui dua jalur yaitu jalur fun dan jalur ekstrem. Jalur pertama relatif landai namun memiliki rute lebih panjang.
Sedangkan jalur lainnya (ekstrem) lebih singkat tetapi cukup curam dan menantang adrenalin. Sepanjang jalan terus melewati hutan dan tanjakan yang curam dan sangat menguras tenaga.
Karena ingin lebih cepat mencapai puncak, tidak sedikit pengunjung yang memilih jalur ekstrem.
Kondisi inilah yang membuat wisatawan diimbau tetap bersama rombongan dan tidak memaksakan diri melanjutkan perjalanan ketika kondisi cuaca maupun pencahayaan mulai berkurang.
(derpwaktu.com/dw1)
Komentar (0)