DERAPWAKTU.COM, PELAIHARI – Pelayanan kesehatan yang menjangkau masyarakat dari usia dini hingga lanjut usia menjadi salah satu fokus penguatan Integrasi Layanan Primer (ILP) di Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan.

Upaya tersebut tercermin dalam kegiatan Pembinaan dan Penilaian Kinerja (PKP) ILP Puskesmas tingkat Provinsi Kalimantan Selatan di UPTD Puskesmas Panggung, Senin (26/10/2026). Penilaian diawali di Posyandu 6 SPM Tunas Muda, posyandu binaan Puskesmas Panggung.

Melalui pendekatan ILP, posyandu tidak hanya menjadi tempat pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak, tetapi juga bagian dari upaya mendekatkan pelayanan dasar kepada kelompok usia lainnya, mulai dari anak usia sekolah, masyarakat usia produktif, hingga lanjut usia.

Penguatan layanan tersebut menjadi penting agar kebutuhan kesehatan masyarakat dapat ditangani secara lebih terintegrasi, dengan mengedepankan promosi kesehatan dan pencegahan penyakit.

Wakil Bupati Tanah Laut HM Zazuli hadir sekaligus membuka kegiatan tersebut. Turut hadir Ketua Tim Penilai dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan Rahmadi, Kepala Dinas Kesehatan Tala dr Isna Farida, pengurus TP PKK dan TP Posyandu, jajaran pemerintah kecamatan dan kelurahan, tenaga kesehatan, serta kader posyandu.

Dalam sambutannya, Zazuli menegaskan pembangunan kesehatan merupakan salah satu prioritas Pemerintah Kabupaten Tanah Laut. 

Masyarakat yang sehat, menurutnya, menjadi modal penting untuk membangun sumber daya manusia yang berkualitas, produktif, dan berdaya saing.

“Pemerintah Kabupaten Tanah Laut berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang mudah diakses, merata, terjangkau, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, ILP berperan penting dalam memperkuat pelayanan kesehatan dasar melalui pendekatan promotif dan preventif dengan sasaran seluruh kelompok usia.

Karena itu, keberadaan posyandu sebagai fasilitas yang dekat dengan masyarakat perlu terus diperkuat, baik dari sisi kualitas pelayanan, kesiapan tenaga kesehatan dan kader, maupun dukungan sarana dan prasarana.


Penilaian Jadi Bahan Pembenahan

Pembinaan dan penilaian kinerja tersebut diharapkan tidak hanya menjadi agenda evaluasi, tetapi juga menjadi pijakan untuk mengetahui sejauh mana pelaksanaan ILP berjalan di lapangan.

Zazuli berharap tim penilai dapat memberikan masukan objektif terkait kualitas pelayanan, kesiapan sumber daya manusia, ketersediaan sarana dan prasarana, sistem pencatatan dan pelaporan, serta keterlibatan masyarakat.

Aspek yang masih memerlukan perbaikan diharapkan menjadi bahan evaluasi, sedangkan praktik baik yang telah berjalan dapat dipertahankan dan dikembangkan di fasilitas kesehatan lainnya.

Dengan evaluasi tersebut, peningkatan layanan kesehatan diharapkan tidak berhenti pada pemenuhan indikator penilaian, tetapi benar-benar bermuara pada kemudahan masyarakat memperoleh pelayanan yang sesuai kebutuhan.


Warga Berharap Layanan Makin Dekat

Penguatan posyandu dan pelayanan kesehatan terpadu diharapkan mendapat dukungan masyarakat. 

Pasalnya, keberhasilan program kesehatan tidak hanya bergantung pada kesiapan pemerintah dan tenaga kesehatan, tetapi juga pada partisipasi warga dalam memanfaatkan layanan yang tersedia.

Husni, warga Tanah Laut, mengapresiasi upaya penguatan pelayanan kesehatan melalui posyandu. Menurutnya, keberadaan layanan yang dekat dengan lingkungan tempat tinggal dapat membantu masyarakat memperoleh informasi dan pelayanan kesehatan lebih mudah.

“Bagus kalau pelayanan kesehatan semakin dekat dengan masyarakat. Harapannya, kegiatan posyandu bisa berjalan rutin dan pelayanannya semakin lengkap sehingga warga lebih mudah memeriksakan kesehatan,” ujarnya.

Senada, Yulia, warga Tanah Laut lainnya, berharap penguatan ILP turut diikuti peningkatan kualitas pelayanan, termasuk bagi kelompok lanjut usia dan warga yang membutuhkan pemantauan kesehatan secara berkala.

“Semoga bukan hanya saat ada penilaian, tetapi pelayanan kepada masyarakat terus ditingkatkan. Kami berharap semua kelompok usia mendapat perhatian dan warga semakin mudah mengakses layanan kesehatan,” katanya.

Harapan warga tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan penguatan ILP pada akhirnya perlu tercermin dari pelayanan yang mudah dijangkau, berkesinambungan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Tanah Laut.

(derapwaktu.com/roy)